Sharing knowledges

…let's save our small planet…

Dilema Kemacetan Lalulintas…

Mungkin  sudah jadi  pemandangan biasa dan dimaklumi banyak orang kali ya….kejadian  macet  dikota-kota  besar dunia, seperti halnya   Los Angles   atau  Jakarta.

7 tahun lebih  merasakan  sesaknya  hidup di Jakarta,  membuat  saya  termenung  tiap  kali melihat  kejadian seperti ini didepan mata…Bukan hanya karena  rasa capek, lelah, dan stress,   tapi  ada  rasa  sesal yang mendalam  dikarenakan fenomena  ini.

Bagi  saya pribadi…dimana tiap hari  saya hanya diberi  waktu  24 jam  untuk  mengatur aktivitas  hidup saya,  dan  gara-gara  macet  waktu yang terbuang sia-sia  bisa sampai 3 jam sehari.  Pergi  ke kantor  yang sebenernya jarak tempuh   hanya 17 km atau maximum 20 menit kalau lancar, namun kenyataannya waktu tempuh tiap pagi  Senin-Jumat  rata-rata  1.5 jam, demikian pula  waktu yang ditempuh  pada jam pulang.   3 jam  sungguh berharga  untuk  melangsungkan keharmonisan keluarga saya,  menemani aktivitas anak atau sekedar  relaks  bersama. Jadi tak heran kalau ada orang bilang “di Jakarta  hidup bisa tua dijalan…” ya begitulah kira-kira kenyataannya. Belum lagi kalau menghitung sisi  nominal,  berapa  pengeluaran  BBM  yang terbuang sia-sia  di jalan.  Mendingan buat tabungan masa depan  tentunya. Pertanyaannya  kapan permasalahan ini  bisa diselesaikan,  apakah  bisa secepatnya atau musti  nunggu sekian generasi.  Jangan-jangan semua ini hanya masalah kemauan,  yaitu  kemauan pihak pemerintah  yang untuk menyediakan sarana transportasi efektif&manusiawi  serta kemauan pribadi yang berduit  untuk mengesampingkan kenyamanan diri dari mengendarai mobil pribadi beralih ke transportasi umum.

Champaign hemat energi  percuma juga,  kalau tidak diimbangi  kesadaran masyarakat untuk berhemat.  Seringkali saya  jumpai fenomena dimana satu keluarga punya mobil lebih dari 4 buah, bisa dibayangkan  kalau itu terjadi  pada 10-15 %  KK di Jakarta  saja dan tiap paginya  mereka beraktivitas hampir bersamaan.  Conto real  dari   grafik pertambahan kendaraan di Jakarta berikut ini,  dimana dari tahun ke tahun jumlah  kendaraan selalu meningkat  seiring dengan bertambahnya  populasi penduduk,  gimana tidak  “macet”  kalau begini.

Sebenarnya  ada concern yang lebih saya khawatirkan, dimana  fenomena diatas sungguh bertolak belakang dengan  kebijakan antisipasi krisis energi.  Semua sudah tahu  kalau  sumber energi fossil ini, makin lama makin berkurang   namun dilemanya  justru  kebutuhan akan sumber energi  ini dari waktu ke waktu semakin meningkat. Bagaimana  dengan nasib  anak-cucu/generasi nanti,  jika sampai kini  kita masih terbiasa boros dan tidak peduli  dengan penghematan sumber energi ini.   Hingga saat inipun  kita masih sangat tergantung  dengan sumber energi yang satu ini, bukan sekedar untuk keperluan transportasi saja loh, tapi sektor  lain seperti  industri,  rumah tangga bahkan  sebagian generator listrik saja masih mengandalkan pemakaian  bahan bakar ini.

Padahal mustinya perlu disyukuri  kita hidup di negeri  yang kaya akan sumber daya  termasuk  sumber energi alternatif  seperti  panas matahari,  angin, panas bumi, pasang surut  dsb,  tapi  kapan kita mulai  efektif  bisa memanfaatkan semua itu.  Lagi-lagi  keliatannya  semua tergantung kemauan.. kemauan untuk  mendanai  eksperimen sebagai alasan terbesar ( lah yang jelas murah dan gampang menghasilkan uang  kenapa musti repot),  atau kemauan pribadi menghemat/ikut berpikir akan sumber energi alternatif conto simple misalnya,…mengeringkan baju aja kenapa musti pake mesin.

Seperti terlihat di grafik berikut  kita sudah memasuki  era dimana  kebutuhan energi  sudah melampaui  kemampuan  produksi  sumber energi fossil.  Adakah kita menyadarinya…seandainya  kita sudah memasuki  era krisis energi.  Lah…setengah hari  mati listrik saja…hidup terasa  runyam, banyak aktivitas/kegiatan yang tergantung  dengan kendala  seperti ini.  Hal itu  tentu tidak kita inginkan  bersama, apalagi  kalau  menyangkut aktivitas yang menjadi sumber kehidupan  keluarga. Bisa dibayangkan  kalau  sektor industri sampai  berkurang/tutup  gara-gara kekurangan sumber energi ini,  terus  berapa banyak manusia  yang  terpangkas  sumber penghidupannya…itu hanya ilustrasi kasar saja.

Semoga  aja…masih  ada  secercah harapan untuk berbenah ke depan…mulai  dari sekarang juga, dan mulai dari  kesadaran  diri  sendiri tentunya…sebelum mengajak orang lain.

ZAS

Iklan

November 27, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tahukan Anda…

Keajaiban :  “Bukti Bulan Pernah Terbelah”

Bismillahir rahmanir rahiem..

Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (saw) hijrah, berkumpullah tokoh2 kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al ‘Ash bin Qail. Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”

Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua.  Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.” Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.

Qamar1

Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an:  “Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang-orang kafir menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar  54:1-2)

QS 54_1

QS 54_2

Subhanallah. Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya. Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al- Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.  Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar  maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al- Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan.  Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang-orang  musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan mengolok-olok)?”. Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…”. Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya.  Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan.  Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benar-nya.  Serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!”.  Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu.  Lalu mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang  Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benarPada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…” . Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar).

Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar). Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar.  Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?”  Prof. Dr. Zaghlul Al- Najar menjawab: “Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka  terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…” Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris.  Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”  Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?” Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.” Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali! Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (katrena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”

Qamar2

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, `Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”

Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq

ZAS

November 11, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

10 Keajaiban Geologis Di Dunia

1. The Wave. Between Arizona and Utah – USA. Ada di perbatasan Arizona dan Utah.  Batuan merah yang menarik perhatian di perbatasan Arizona-Utah. “The Wave” terbentuk 190 juta tahun yang lalu dari sebuah sand dune yang menjadi batuan. Formasi batuan hanya dapat diakses melalui 3 mil pendakian kaki dan diatur secara ketat.

wave1jpg

2. Antelope Canyon. Arizona – USA berada di Navajo Land, dekat Page, Arizona di Amerika Selatan.Antelope Canyon atau Tebing Antelope adalah sebuah tebing yang menjadi tempat kunjungan favorit para fotografer dan menjadi tempat para wisatawan untuk melihat pemandangan luar biasa. Antelope Canyon terletak di area barat daya Amerika, tepatnya di Page, Navajo Nation Park, sebelah utara Arizona.

antelope-canyon21

Antelope Canyon adalah keajaiban alam yang terbentuk dari pengikisan batu, air dan angin. Antelope Canyon asal mulanya adalah gunung batu yang terbelah. Kesan pertama ketika melihat tempat ini seperti memasuki gua kecil yang tinggi. Namun ketika masuk, ternyata di dalamnya cukup luas. Di Antelope Canyon dapat terlihat cahaya yang masuk dari celah-celah. Baik dari lekukan, kedalaman, maupun warna yang ada pada bebatuan yang mempunyai bentuk yang berbeda. Cahaya yang masuk memantul ke bebatuan-bebatuan yang ada sehingga menghasilkan warna yang berbeda-beda.

Pemandangan di Antelope Canyon begitu indah. Antelope Canyon mampu memanjakan mata para turis, terutama para fotografer yang giat mengabadikan pemandangan-pemandangan indah. Antelope Canyon adalah surga bagi para fotografer. Perpaduan cahaya yang masuk di antara kawah-kawah ini mampu membuat orang-orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Dulu tempat ini tidak begitu ramai dikunjungi karena letaknya cukup terpencil. Bahkan banyak fotografer yang berusaha menyembunyikan tempat-tempat indah di daerah ini. Namun seiring waktu berlalu, tempat ini telah menjadi salah satu objek wisata di Arizona. .

3. Great Blue Hole (Belize) berada di jarak 60 mil dari kota Belize. Bagian dari sistem terumbu Lighthouse, “The Great Blue Hole” terbaring kurang lebih 60 mil dari dataran utama di luar kota Belize.

blue-hole3

“The Great Blue Hole” memiliki ukuran besar, hampir membentuk lubang lingkaran sempurna dengan diameter kurang lebih 0.4 km dan menjadi salah satu tempat penyelaman luar biasa di muka bumi. Di dalam lubang ini, air memiliki kedalaman 145 meter dan memberikan warna biru tua yang menyebabkan tempat ini disebut “Blue Hole”..

4. Crystal Cave of the Giants (Mexico) Terletak di dalam pertambangan di Chihuahua Mexico. Ditemukan jauh di dalam penambangan di selatan Chihuahua Mexico, kristal-kristal ini terbentuk pada gua alami yang dibatasi seluruhnya dengan bedrock. Dapat dijumpai kristal-kristal yang sangat panjang, hingga yang setinggi pohon pinus dan pada beberapa keadaan, dapat memiliki warna perak dan emas translucent dengan bentuk yang beragam.

crystal cave4

“The Crystal Cave of the Giants” ditemukan pada tubuh batugamping yang mengandung perak-seng-timbal, dieksploitasi oleh pertambangan dan juga kemungkinan terlarut oleh fluida hidrothermal yang mengandung logam dan mengkritalisasi gipsum selama tahap penyusutan saat mineralisasi.

5. Eye of the Sahara (Mauritania) Berada di baratdaya gurun sahara.

sahara_eye5

Bentuk permukaan spektakular ini terdapat di Mauritania, pada bagian barat laut gurun Sahar dan berukuran sangat besar dengan diameter 30 mil yang terlihat mencolok dari luar angkasa. Disebut juga struktur Richat – atau mata Sahara – formasi ini diperkirakan berasal dari hantaman meteorit yang kuat, namun saat ini geologis percaya bahwa ini adalah hasil dari uplift dan erosi. Penyebab bentuknya yang bundar masih menjadi misteri.

6. Blue Lake Cave (Brazil) “Mato Grosso do Sul” di Brazil ini memiliki banyak sekali danau dan gua bawah tanah yang indah: Gruta do Lago Azul, Gruta do Mimoso, Aquário Natural. Blue Lake Cave (“Gruta do Lago Azul”) adalah monumen alami yang dibentuk dengan indah oleh alam melalui stalaktit, stalagmit dan danau indah biru yang besar. Kecantikan danau ini luar biasa, dan warna biru-nya yang menjadi pusat perhatian dan keindahan danau yang ada.

blue-cave6

7. Giants Causeway (Ireland). Di daerah ini ada sekitar 40.000 tiang batu basalt saling tumpang tindih. Secara geologis, hal ini terjadi karena ledakan gunung berapi, yang terletak di daerah pantai utara Irlandia.

lava bantal7

Uniknya, hampir semua tiang memiliki enam sisi, walaupun terkadang ditemukan juga tiang dengan sisi empat, atau bahkan lima, tujuh dan delapan. Tiang tertinggi adalah 12 meter dan tebal formasi ini dapat mencapai 28 meter.

8. Hell Gate (Uzbekistan) Biasa disebutkan “the door to hell”. terletak di dekat kota kecil, Darvaz. 35 tahun yang lalu, tim geologis sedang menggali untuk mencari sumber gas. namun yang mereka temukan adalah sebuah goa besar yang berapi. dikirakan goa ini akan terus membakar gas selamanya.

hell8

9. Wave Rock (Australia) terbuat alami dengan sendirinya. diberi julukan “Wave Rock” karena bentuknya menyerupai ombak. “Wave Rock” adalah sebuah formasi batuan alami berlokasi di sebelah barat Australia. Namanya diambil dari fakta bahwa bentuknya yang menyerupai ombak laut tinggi yang pecah. Singkapan total menutupi beberapa hektar; bagian “ombak” dari batuan memiliki tinggi sekitar 15 meter dan kurang lebih 110 meter panjangnya. Salah satu aspek yang jarang diperlihatkan di fotografi adalah dinding penguat yang sekitar setengah bagian dari batuan.

waverock9

10. Chocolate Hills (Philippines). Luasnya mencapai 50 kilometer persegi. terletak di Bohol, Filipina.  Tersusun oleh sekitar 1268 lembah berbentuk kerucut sempurna dengan ukuran yang seragam pada area lebih dari 50 kilometer persegi, formasi geologi yang tidak umum ini, dinamakan “Choclate Hills”, berlokasi di Bohol, Filipina. Terdapat beberapa hipotesis berkaitan dengan pembentukan lembah ini. Beberapa meliputi pelapukan batugamping sederhana, vulkanisme sub-oseanik, uplift dari lantai samudera dan beberapa teori baru yang mengaitkan tentang runtuhnya gunung api aktif masa lalu yang memuntahkan blok besar batuan yang kemudian ditutupi batugamping dan akhirnya terdesak keluar dari laut.

chocolate-hill10

Diolah dari berbagai sumber..

November 8, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Al Quran dan Earth science

Sudah jadi ketetapan bahwa Al-Quran tidak hanya sebagai kitab suci yang berisikan perintah dan larangan dari Tuhan untuk umat manusia, tetapi didalamnya juga banyak berisikan ayat-ayat peringatan maupun petunjuk kepada manusia diantaranya untuk mempelajari isi bumi maupun alam semesta.

Hal itu terkait  dengan takdir  manusia sebagai khalifah fil ardhi (makhluk utusan Tuhan untuk mengelola dan memelihara bumi semesta alam). Beberapa rangkaian ayat-ayat Al Quran diwahyukan Tuhan, yang isinya tersirat makna agar manusia mempelajari lebih detail lagi bumi seisinya dimulai dengan mengenal tahapan penciptaan bumi hingga fenomena alam yang terjadi didalamnya (yang sudah menjadi Sunatullah=hukum/ketetapan Allah untuk alam semesta).

Semua itu tentunya agar manusia lebih mengenal dan mendekatkan diri pada Tuhan penciptanya maupun yang menciptakan alam semesta tempat mereka berada, dan istiqmah dalam menjalankan perannya sebagai khalifah fil ardhi.

1. Penciptaan Bumi dan Alam semesta:

Dalam Surat An-Nazi’at  ayat 27-33 secara tersirat dijelaskan tentang tahapan enam masa penciptaan alam semesta.

Mengutip sumber penjelasan kontekstual dari web http://t-djamaluddin.spaces.live.com tentang makna ayat-ayat tersebut yang terkait dengan urutan penciptaan alam semesta adalah sebagai berikut:

• Masa I

QS_79_27

(”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya [27]):

penciptaan langit pertama  kali  terbentuk dari ledakan besar yang disebut ”big bang”, kira-kira 13,7 milyar tahun lalu. Bukti dari teori ini ialah adanya radiasi kosmik di langit yang berasal dari semua arah. Bigbang adalah awal penciptaan runag, waktu, dan materi.  Materi awal yaitu  Hidrogen. Hidrogen menjadi bahan pembentuk bintang, dalam bahasa Al-Quran disebut dukhan. Awan hidrogen itu berkondensasi sambil berputar dan memadat. Ketika temperatur dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, mulailah terjadi reaksi nuklir yang membentuk Helium. Reaksi nuklir inilah yang menjadi sumber energi bintang dengan mengikuti persamaan E=mc2, besarnya energi yang dipancarkan sebanding dengan selisih massa (m) Hidrogen dan Helium.

Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub bakal bintang itu (protostar), menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, selimut gas yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk planet-planet. Awan Hidrogen dan bintang-bintang terbentuk dalam alam kumpulan besar yang disebut galaksi. Di alam semesta galaksi sangat banyak membentuk struktur filamen (untaian) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi •

.Masa II

QS_79_28

(Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya [28]):

pengembangan dan  penyempurnaan alam seperti pada ayat 28,  terdapat pada kata ”meninggikan bangunan  dan menyempurnakan”.  Kata ”meninggikan bangunan” ditafsirkan dengan alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi.

Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang. Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang (seperti meledaknya bom), melainkan melainkan proses  pengembangan ruang alam semesta secara cepat. Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses evolusi yang terus berlangsung. Kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Penyempurnaan alam terus berlangsung. •

. Masa III

QS_79_29

(Dia  menjadikan  malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang [29):

pembentukan tata surya termasuk Bumi Surat An-Nazi’at: 29 menyebutkan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga terjadi siang dan malam. Pembentukan tata surya sama dengan proses pembentukan bintang umumnya, dari dukhan, walau sudah tidak murni Hidrogen lagi. •

.Masa IV

QS_79_30

(bumi sesudah itu dihamparkan-Nya [30]):

Evolusi  Bumi  Penghamparan yang disebutkan dalam ayat 30, dapat diartikan sebagai pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi yang kemudian terpisah-pisah menjadi beberapa benua. Masa III hingga Masa IV ini juga bersesuaian dengan Surat Fushshilat ayat 9 yang artinya, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?’ (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”. •

.Masa V

QS_79_31

(Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya [31]):

pengiriman air ke Bumi melalui komet. Ayat ini menceritakan mulai adanya air di bumi dan makhluk hidup yang pertama adalah tumbuhan. Air di bumi, berdasarkan kajian astronomi tidak dihasilkan sendiri oleh bumi, tetapi berasal dari komet yang menumbuk Bumi. Hal ini dibuktikan dari rasio Deuterium dan Hidrogen pada air laut yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya.

.Masa VI

QS_79_32

(Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh [32] (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu [33]”):

proses geologis serta lahirnya hewan dan manusia. Dalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan teguh.” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan lautan air, dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah. Kemudian, setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan dan akhirnya manusia sebagaimana dalam suatu. Jadi, usia manusia relatif masih sangat muda dalam skala waktu geologi.

Jika diurutkan dari Masa III hingga Masa VI, maka empat masa tersebut dapat dikorelasikan dengan empat masa dalam Surat Fushshilat ayat 10 yang berbunyi, ”Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya”.

2. Fenomena alam Bumi:

2.1 Proses geologi

Sejak  13 abad silam, ternyata  Al Quran pun sudah menerangkan beberapa hal tentang ilustrasi fenomena  kejadian alam di bumi  baik dari  sisi  ilmu geologi maupun astronomi.

Terkait dengan pemahaman ilmu geologi, QS Al Anbiyaa: 31 dan QS An-Naba’: 6-7 menjelaskan tentang fenomena fungsi keberadaan gunung untuk menjaga keseimbangan bumi.  Makna dari kedua ayat Al Quran ini jika diurai  dan ditelaah dengan teori geologi modern sungguh sangat berkaitan erat.

QS_21_31

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Al Qur’an, 21:31)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa gunung-gunung berfungsi mencegah goncangan di muka bumi. Sementara lebih jelasnya lagi,  ilustrasi fungsi gunung untuk menahan goncangan diumpamakan sebagai “pasak” diantara hamparan dataran bumi disebutkan dalam QS: An-Naba’: 6-7.

QS_78_6QS_78_7

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (Al Qur’an, 78:6-7)

Seperti diketahui sebelumnya lapisan terluar bumi, litosfer terdiri dari lapisan kerak bumi+mantel bumi padat mengapung diatas lapisan astenosfer yang bersifat kental dan dapat mengalir seperti cairan tapi sangat lambat karena viskositas dan kekuatan geser yang rendah. Dalam ilmu geologi teori ini dikenal sebagai Teori Continental Drift (benua mengapung) yang dikemukakan oleh Alfred Wegener tahun 1912. Erat kaitannya dengan teori ini yaitu konsep seafloor spreading (tahun 1960-an) yang mendorong terjadinya pergerakan lempeng tektonik pada umumnya.

Dalam ilmu geologi, lapisan litosfer bumi  tersusun atas lempengan-lempengan raksasa, ada sebagian lempeng samudera (oceanic crust) dan sebagian lain lempeng benua (continental crust). Dalam skala waktu geologi, lempeng-lempeng tersebut bergerak relative satu sama lain sbb:

1-      pergerakan konvergen (saling mendekat)/ destructive: terjadi jika 2 lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi/ penunjaman, atau tabrakan antar lempeng benua (continental collision). Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik.

subduction

2-      Pergerakan divergen/konstruktif terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen

3-      Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault).

Dalam teori tektonik, gunung api/vulkanik muncul sebagai hasil pergerakan konvergen dimana lempeng samudera yang mempunyai densitas lebih (berat jenis lebih) akan bergerak menghunjam dibawah lempeng benua (lebih ringan). Faktor gravitasi juga berpengaruh dalam proses penunjaman kedua lempeng yang berbeda berat jenisnya ini. Lempeng/litosfer samudera yang menunjam jauh dibawah lempeng benua  hingga lapisan astenosfer akan leleh, dan secara alamiah akan melepaskan panas ke permukaan yang kemudian akan membentuk jalur vulkanik/gunung aktif. Teori yang berkaitan dengan proses pembentukan gunung api ini dikenal dengan istilah “isostasi”. Isostasi bermakna: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi. (Webster’s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition “Isostasy”, New York, s. 975)

mid ocenic ridge

Kembali lagi ke makna dalam ayat Al-Quran yang menjelaskan fungsi gunung sebagai ”pasak”. Kesimpulannya kerak bumi terdiri atas lempengan-lempengan yang senantiasa dalam keadaan bergerak karena mengapung diatas lapisan astenosfer. Pembentukan gunung api sesuai dengan teori isostasi di zona penunjaman, merupakan fenomena alam untuk menyeimbangkan pergerakan relatif lempeng samudera dan benua, agar lempeng benua tidak terdesak terus-menerus atau relatif stabil pada posisinya. Inilah ilustrasi makna ”keberadaan gunung-gunung yang menggenggam hamparan bumi layaknya pasak”.

subductionzoneearthquakes

Sementara pergerakan lempeng sendiri, secara tersirat juga dijelaskan dalam  QS An-Naml: 88, dimana dilustrasikan bahwa gunung-gunung sebenarnya tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.

QS_27_88

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

peta-lempeng_dunia

Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)

Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an dimana fakta ilmiah ini tentang ilmu geologi yang baru-baru saja ditemukan ini, sebelumnya telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

2.2 Astronomi

Al Quran pun juga menerangkan beberapa hal tentang ilustrasi fenomena  alam di bumi  ditinjau dari baik dari  sisi  astronomi.  Salah satu ayat yang berkaitan  dengan ini adalah  QS Al Anbiyaa: 33.

QS_21_33

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya…” (Al Qur’an, 21:33)

Ayat ini  mengandung makna yang sangat luas, jika diurai  dan ditelaah lebih lanjut akan menjelaskan  tentang proses  dan sistem tata surya  bumi,  keberadaan bumi  terhadap matahari maupun bulan, hingga proses yang terjadi seperti rotasi, revolusi bumi ataupun pergerakan bulan terhadap bumi.

Bisa dibayangkan waktu diturunkan ayat ini dahulu, manusia belum  memahami  betul makna hirarki  ayat ini  sehubungan sistem tata surya maupun dengan proses alam di dalamnya. Pada jaman tersebut, manusia  mungkin baru memahami   adanya perubahan waktu  siang dan malam,  seiring dengan muncul dan tenggelamnya  matahari dan bulan.  Padahal semua itu ada  efek dari  proses alamiah  besar  dalam sistem tata surya…yang tentu sudah merupakan Sunatullah  juga.

Dengan adanya rotasi bumi  dimana bumi berputar  para porosnya,  manusia  akan mengenal waktu  siang dan malam….hari,  minggu  dan tahun.  Begitu pula dengan adanya revolusi bumi terhadap matahari….manusia pada akhirnya  bisa mengenal  periode tahun Masehi,  atau dengan peredaran bulan mengelilingi bumi, kita bisa mengenal periode waktu tahunan yang dikenal sebagai kalender Qomariah.

Makna lain terkait dengan fenomena alam dan penjelasan dalam ayat Al Quran tersebut,   intinya manusia dikenalkan dengan waktu”.  Semua  manusia yang hidup di muka bumi  ini akan terikat  erat dengan  waktu,  bahkan dari perjalanan hidupnya mulai dari proses dia terbentuk, lahir  hingga mati  semuanya  seiring dengan perjalanan waktu. Ini  untuk menyadarkan manusia bahwa dengan waktu  kita dikenalkan ada fase awal dan akhir,  juga  dengan kehidupan dunia ini  yang fana’   semua  ada  akhirnya.  Sudah sepatutnya  manusia tunduk kepada  Allah SWT Yang Maha Kekal  yang menciptakan dan mengatur alam semesta ini  dalam genggaman-Nya.  Waallohu a’alam bi showab.

Sumber : – website : www. keajaibanalquran.com ( mengacu karya harun yahya)

-website: http://t-djamaluddin.spaces.live.com

Oktober 28, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mari mengenal struktur Bumi kita..

Secara garis besar pembagian lapisan Bumi dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

lapisan bumi

1. Kerak Bumi (Crust) :

Merupakan lapisan bumi paling atas, dengan kisaran ketebalan lapisan untuk bagian benua (continental crust) 20-50 km, sedangkan dari dasar laut (oceanic crust) sekitar 10-12 km.

2. Selimut (Mantle):

Lapisan ini berada di bawah kerak bumi, terbagi dalam 3 bagian:

– Litosfer : bagian atas dari mantle, berupa materi padat tebal 50 – 100km. Bersama dengan kerak bumi atau disebut lempeng litosfer, lapisan ini mengapung diatas materi yang agak kental disebut astenosfer.

– Astenosfer: lapisan kental dibawah astenosfer tebal 100-400 km

– Mesosfer: materi dibawah astenosfer tebal 2400-2750km.

3. Inti (Core) : Adalah lapisan terdalam bumi terbagi dalam 2 bagian:

– Inti luar (outer core): Berwujud cair tebal lapisannya 2270 km

– Inti bagian dalam (inner core): berwujud padat dengan ketebalan sekitar 1216 km, tersusun atas materi besi dan Nikel (NiFe) dengan densitas lebih dari 10 g/cc.

Sumber:   “Introduction to Geography”

Oktober 24, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

April 8, 2007 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar